Namun ketika Nuh as menyampaikan pesan-pesan Allah kepada kaumnya, jawaban pemipin-pemipin kaumnya malah demikian:
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya :
Demikian pula kehadiran nabi Ibrahim dengan Namrud, nabi Isa dengan rahib-rahib Yahudi, dsb, yang berlatarbelakang bukanlah pemuka agama dari kalangannya.
Belajar dari sejarah ini, hal yang sangat penting —menurut saya— adalah kesadaran bahwa sangat mungkin sekali apa yang kita pahami sekarang belum tentu benar. Dan mungkin saja kebenaran itu ada di luar sana, dari orang-orang yang mungkin tidak bergelar profesor, doktor atau tidak bergelar sarjana dalam bidang agama.
Nah semangat untuk belajar, tidak melihat siapa yang mengatakan, tapi lihat apa yang dikatakannya, adalah hal yang harus kita miliki, agar kita dapat menemukan kebenaran sejati.
(PICTS)
The URI to TrackBack this entry
is:
http://dejavurainbow.blogsome.com/2007/05/09/manusia-jujur-2/trackback/
RSS feed for
responses to this post.
No responses yet.
Line and paragraph breaks
automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> , 'Smart' Smileys.