Lagu Rindu…..

19th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Bintang malam sampaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu dihatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu dihatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu, membelai wajahnya
Kupasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan kuungkap segenap rasa dan kerinduan

tercipta untuk..???

18th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Menatap indahnya senyuman diwajahmu
Membuat ku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku

Banyak kata
Yang tak mampu kuungkapkan
Kepada dirimu

Aku ingin engkau slalu
Hadir dan temani aku
Disetiap langkah
Yang meyakiniku
Kau tercipta untuk..??
Sepanjang hidupku

Aku ingin engkau slalu
Hadir dan temani aku
Disetiap langkah
Yang meyakiniku
Kau tercipta untuk..??
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tau
Kuslalu milikmu
Yang mencintaimu
Sepanjang hidupku

Aku ingin engkau slalu
Hadir dan temani aku
Disetiap langkah
Yang meyakiniku
Kau tercipta untuk..??
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tau
Kuslalu milikmu
Yang mencintaimu

GOODBYE TO YOU

15th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Of all the things I believed in
I just want to get it over with
Tears form behind my eyes
But I do not cry
Counting the days that pass me by

I’ve been searching deep down in my soul
words that I’m hearing are starting to get old
It feels like I’m starting all over again
The last three years were just pretend
And I said…

Goodbye to you
Goodbye to everything I thought I knew
You were the one I loved
The one thing that I tried to hold onto

I still get lost in your eyes
And it seems that I can’t live a day without you
Closing my eyes
And you chase my thoughts away
To a place where I am blinded by the light
But it’s not right

And it hurts to want everything and nothing at the same time
I want what’s yours and I want what’s mine
I want you
But I’m not giving in this time

Goodbye to you
Goodbye to everything I that I knew
You were the one I loved
The one thing that I tried to hold onto
 
And when the stars fall I will lie awake
You’re my shooting star

QOLBU

13th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Dari al-Hikam, bahwa kematian hati (qalbu) karena tiga hal : - 1. Mencintai dunia, - 2. Lupa dari mengingat Allah, - 3. Membiarkan dirinya bergelimang maksiat. Faktor yang menyebabkan hati hidup : - 1. Zuhud dari dunia - 2. Sibuk dizikrullah - 3. Bersahabat dengan Kekasih-kekasih Allah Sedangkan tanda-tanda kematian hati juga ada tiga : - Jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah. - Tidak menyesali dosa-dosanya. - Bersahabat dengan manusia-manusia yang lupa pada Allah yang hatinya sudah mati. (sumber: pak ustad)

Papiiiiii…………

8th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Waaaahh….tadi pagi papi pamitan mau ke surabaya, dari situ langsung persiapan pergi HAJI…pulang nya JANUARI

Huwaaaaaaaaa..huwaaaaaaaaaaaaa…

I’ll be missing you, papi ganteng ku..

Selamat menunaikan ibadah Haji dan semoga menjadi Haji yang mabrur dan jangan lupa titip doa nya ya, papi…

Take care.

Kisah Lukman & Anaknya

5th Dec 2006 Author: dejavurainbow

Lukman Hakim memerintahkan anaknya mengambil seekor keledai. Sang anak memenuhinya dan membawanya ke hadapan sang ayah. Lukman menaiki keledai itu dan memerintahkan anaknya untuk menuntun keledai.

Keduanya berjalan melewati kerumunan orang banyak. Tiba-tiba orang-orang mengecam seraya berkata, “Anak kecil itu berjalan kaki, sedangkan orang-tuanya nangkring di atas keledai, alangkah kejam dan kasarnya ia.” Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?” Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Kemudian, Lukman turun menuntun keledai. Sang anak ganti menaiki keledai. Keduanya lalu berjalan melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba mereka mencemooh sang anak seraya berkata, “Anak muda itu menaiki keledai, sedangkan orang tuanya berjalan kaki, alangkah jelek dan kurang ajar sang anak.” Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?”
Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Kemudian, Lukman dan anaknya sama-sama menaiki keledai berboncengan. Keduanya melewati keramaian di tempat lain, tiba-tiba orang-orang mencerca keduanya seraya berkata, “Betapa kejam kedua orang itu, mereka menaiki seekor keledai, padahal mereka tidak sakit, dan tidak pula lemah.” Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?”
Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Akhirnya, Lukman dan anaknya turun dari keledai. Keduanya berjalan kaki sambil menuntunnya melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba orang-orang mengecam seraca berkata, “Subhanallah… seekor himar yang sehat dan kuat berjalan? sementara kedua orang itu berjalan menuntunnya, alangkah baiknya jika salah satu dari mereka menaikinya.” Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?”
Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Kemudian, Lukman menasihati anaknya: “Wahai anakku, bukankah aku telah berkata kepadamu, kerjakanlah pekerjaan yang membuat engkau menjadi saleh dan janganlah menghiraukan orang lain. Dengan peristiwa ini saya hanya ingin memberi pelajaran kepadamu.”